Pada suatu hari Si Peno disuruh emaknya mengambil mangga di kebun. Sedang asik-asiknya Si Peno mengambil mangga, tiba-tiba di bawah dia melihat sepasang remaja sedang making love.

Berdirilah bulu roma Si Peno.
Entah kenapa dia tetap bertahan di atas pohon sambil menahan lututnya yang mulai gemetar.

Selang 10 menit didengarnya suara isak tangis remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara.

“Mas bagaimana kalau saya hamil nanti? Mas harus mau bertanggungjawab”

“Sudahlah dik, kita serahkan semua ini pada yang di Atas” jawab si lelaki.

Si Peno terperanjat lalu dia berteriak, “Enak aja menyerahkan semuanya padaku… Aku kan cuma ambil mangga!”

Wkakakakakakak

Iklan