Suatu hari, Haji Asrudin
menemukan sebuah kuda di padang.

Kuda itu dibawanya pulang. Anaknya yang bernama Tatit senang bukan kepalang. Dia ingin memberinya nama TITIT (biar mirip dg namanya)!!!

Haji Asrudin melarangnya, tapi ketika dilarang anaknya menangis terus. Akhirnya kuda itu diberi nama TITIT.

Suatu hari, Haji Asrudin
mengikut sertakan kudanya itu dalam sebuah lomba tingkat kampung, dan kuda itu juara 3.

Lalu ditulis di koran: “HAJI ASRUDIN MEMAMERKAN TITITNYA!!!”

Haji Asrudin malu bukan kepalang, sehingga ia tidak mempertunjukan kudanya lagi. Istrinya pun menyetujuinya.

Lalu ditulis di koran: “HAJI
ASRUDIN DAN ISTRINYA
MENYEMBUNYIKAN TITITNYA!”

Karena malu, Haji Asrudin
mempertunjukan kudanya lagi. Kudanya nampak semakin gemuk karena tidak berolah raga.

Lalu ditulis di koran: “HAJI ASRUDIN MEMPERTUNJUKKAN TITITNYA YANG SEMAKIN BESAR!!” Haji Asrudin pun langsung malu tak kepalang.

Suatu hari, Haji Asrudin
mengikutkan kudanya dalam lomba tingkat nasional. Setelah diberi latihan khusus, kudanya pun ikut lomba dan juara 1.

Lalu ditulis di koran: “TITIT
HAJI ASRUDIN MENJADI YANG TERBAIK!!!” Haji Asrudin pun langsung pingsan 3 hari.

Karena tak mau hal seperti itu menimpanya lagi, dia membuang kudanya.

Lalu ditulis di koran: “HAJI ASRUDIN MEMBUANG TITITNYA!!!”

Dan seketika itu juga, Haji
Asrudin meninggal karena
serangan jantung.

Lalu di tulis di koran: “GARA-GARA MEMBUANG TITITNYA, HAJI ASRUDIN MENINGGAL DUNIA.”

🙂

Iklan